Tuesday, 05-05-2026
  • KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA
  • KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA KHADIJA SCHOOL INDONESIA - THE 1ST ISLAMIC RESEARCH SCHOOL IN INDONESIA

Belajar FPJ di Malaysia: Pengalaman dalam Overseas Research Program (ORP)

Diterbitkan : - Kategori : Articles

Bismillah…

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pernahkah kita berpikir bahwa tanaman di sekitar kita dapat diolah menjadi nutrisi alami untuk tanaman lainnya? Inilah yang dipelajari dalam konsep Fermented Plant Juice (FPJ). Melalui pengalaman mengikuti Overseas Research Program (ORP) di Malaysia, siswi Khadija belajar bagaimana memanfaatkan bahan-bahan sederhana dari alam menjadi larutan fermentasi yang bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman secara alami.

FPJ atau dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai Jus Tanaman Fermentasi, merupakan salah satu bentuk pupuk organik cair (POC). FPJ dibuat dari fermentasi tunas atau bagian tanaman muda yang sedang aktif tumbuh, dengan tambahan gula merah atau molase, kemudian didiamkan selama kurang lebih 7 hari. Bahan yang digunakan umumnya berasal dari tanaman yang memiliki pertumbuhan cepat dan kandungan unsur hara tinggi, seperti rebung, sawi, pakcoy, serta tanaman liar seperti Mexican Sunflower (Tithonia diversifolia). Dalam kegiatan ini, siswi Khadija didampingi dan dibimbing oleh Cikgu Irfan dan Cikgu Azim dalam proses pembuatan FPJ, dengan menggunakan tanaman Mexican Sunflower sebagai bahan utama.

Langkah-langkah Membuat FPJ (Fermented Plant Juice):

  • Menyiapkan bahan
    Pilih pucuk tanaman muda yang dipetik pada pagi hari agar diperoleh bahan dalam kondisi paling segar dan optimal.
  • Mencacah bahan
    Cacah pucuk tanaman menjadi bagian kecil, kemudian timbang untuk mengetahui berat bahan yang akan digunakan.
  • Menentukan perbandingan bahan
    Timbang gula merah atau molase dengan berat yang sama dengan bahan tanaman (perbandingan 1:1).
  • Mencampurkan bahan
    Masukkan pucuk tanaman ke dalam wadah, lalu tambahkan gula.
  • Menghancurkan dan mengaduk
    Remas-remas campuran hingga gula larut dan membantu mengeluarkan cairan dari jaringan tanaman.
  • Menutup wadah
    Tutup wadah menggunakan kain bersih agar tetap ada sirkulasi udara sekaligus mencegah kontaminasi.
  • Proses fermentasi
    Diamkan selama kurang lebih 7 hari di tempat teduh hingga terbentuk cairan hasil fermentasi (FPJ).

FPJ memiliki peran penting dalam sistem pertanian permaculture atau pertanian berkelanjutan. Penggunaannya sebagai pupuk organik cair tidak hanya aman bagi lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesehatan tanah dan keseimbangan mikroorganisme di dalamnya. Secara ilmiah, manfaat FPJ antara lain:

  • Mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berperan dalam pertumbuhan tanaman.
  • Proses fermentasi menghasilkan mikroorganisme bermanfaat seperti bakteri asam laktat dan ragi yang meningkatkan aktivitas biologis tanah.
  • Kaya akan fitohormon alami seperti auksin dan giberelin yang merangsang pertumbuhan akar dan perkembangan vegetatif.
  • Nutrisi dalam bentuk terlarut lebih mudah diserap oleh tanaman sehingga meningkatkan efisiensi penyerapan hara.

Subhanallah, melalui pengalaman ini, siswi Khadija tidak hanya belajar tentang teknik pertanian, tetapi juga semakin menyadari kebesaran Allah ﷻ dalam menciptakan alam yang penuh manfaat. Dari proses sederhana seperti fermentasi tanaman, tersimpan hikmah bahwa segala sesuatu yang Allah ciptakan memiliki peran dan keberkahan jika dimanfaatkan dengan baik. Semoga ilmu yang diperoleh dalam Overseas Research Program ini dapat menjadi amal yang bermanfaat, serta menginspirasi kita untuk terus menjaga, merawat, dan memanfaatkan alam dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan